Kalkulator Anomali Gravitasi & Bouguer

Mockup aplikasi web | Bayu Tri Bhaskara | Tugas Komputasi


1. Input

Data Stasiun Pengukuran

Parameter Koreksi

2. Proses

Tombol-tombol di bawah merepresentasikan tahapan komputasi yang dibutuhkan:

3. Output

Hasil Perhitungan (Teks)

Log Proses

Visualisasi — Peta Anomali Bouguer

Canvas akan menampilkan peta kontur anomali Bouguer berdasarkan grid data terrain.

Visualisasi — Profil Anomali

Canvas akan menampilkan grafik profil anomali gravitasi vs. jarak stasiun.


4. Deskripsi Aplikasi

Aplikasi web ini adalah Kalkulator Anomali Gravitasi & Bouguer berbasis browser yang membantu ahli geofisika dan mahasiswa untuk memproses data survei gravitasi lapangan. Aplikasi ini menerapkan koreksi-koreksi standar geofisika berdasarkan fisika gravitasi Newton untuk mengisolasi anomali densitas bawah permukaan, yang berguna untuk studi baseline AMDAL, eksplorasi mineral, dan pemetaan air tanah.

Cara Menggunakan Input:

Cara Menggunakan Tombol:

Cara Membaca Output:


5. Konsep Numerik dan Algoritma

A. Gravitasi Normal (γ) — Formula GRS80

Gravitasi normal dihitung berdasarkan lintang stasiun menggunakan formula internasional Geodetic Reference System 1980 (GRS80):

γ = 978032.67714 × (1 + 0.00193185138639 × sin²φ) / √(1 − 0.00669437999014 × sin²φ)

di mana φ adalah lintang geografis stasiun. Formula ini menghasilkan nilai gravitasi teoritis pada permukaan ellipsoid referensi.

B. Koreksi Free-Air (FA)

Koreksi free-air memperhitungkan perbedaan elevasi stasiun terhadap ellipsoid referensi, menggunakan pendekatan gradien gravitasi vertikal:

FA = 0.3086 × h

di mana h adalah elevasi stasiun dalam meter. Koreksi ini bernilai positif karena gravitasi berkurang seiring bertambahnya ketinggian.

C. Koreksi Bouguer (B)

Koreksi Bouguer memperhitungkan efek massa batuan yang berada di antara stasiun dan ellipsoid referensi, dimodelkan sebagai slab horizontal tak terbatas:

B = 2π × G × ρ × h = 0.04193 × ρ × h

di mana G adalah konstanta gravitasi universal (6.674×10⁻¹¹ m³/kg/s²), ρ adalah densitas batuan (kg/m³), dan h adalah elevasi (m).

D. Anomali Free-Air dan Bouguer

Anomali dihitung sebagai selisih antara gravitasi terukur dengan gravitasi teoritis setelah koreksi:

Anomali Free-Air = g_terukur − γ + FA

Anomali Bouguer Sederhana = g_terukur − γ + FA − B

Anomali Bouguer Lengkap = Anomali Bouguer Sederhana + Koreksi Terrain

E. Interpolasi Grid — Metode Bilinear

Untuk menghasilkan peta kontur dari data titik-titik pengukuran yang tersebar tidak merata, digunakan interpolasi bilinear pada grid reguler. Nilai z pada titik (x, y) dihitung dari empat titik data terdekat dengan pembobotan berdasarkan jarak. Algoritma ini beroperasi dalam O(n) untuk setiap titik grid.

F. Visualisasi Kontur — Marching Squares

Peta kontur pada canvas dihasilkan menggunakan algoritma Marching Squares, yang memindai setiap sel grid 2×2 dan menentukan bagaimana garis kontur melewati sel tersebut berdasarkan 16 kemungkinan kombinasi nilai di atas/di bawah threshold. Hasilnya adalah garis-garis kontur yang halus merepresentasikan distribusi anomali gravitasi.

G. Estimasi Kedalaman — Half-Width Method

Kedalaman sumber anomali diestimasi menggunakan metode half-width, di mana kedalaman (z) diperkirakan sama dengan jarak horizontal dari puncak anomali ke titik di mana nilai anomali turun menjadi setengah dari nilai maksimumnya:

z ≈ x½

Metode ini berlaku untuk anomali berbentuk bola atau silinder dan merupakan pendekatan cepat sebelum dilakukan inversi penuh.


Bayu Tri Bhaskara | Aplikasi web AMDAL & Geofisika | 2026